Asal HPP Jagung Konsisten Diterapkan, Impor Jagung 150 Ribu Ton Tak Masalah

Raihan Anwar

Mataram (Global FM Lombok)-Perum Bulog berencana melakukan impor jagung sebanyak 150 ribu ton untuk kebutuhan pakan ternak dalam negeri. Provinsi NTB yang menjadi salah satu daerah penghasil jagung nasional menilai kebijakan itu tak menjadi masalah, asalkan Harga Pokok Penjualan (HPP) untuk komoditas jagung tetap diterapkan.

Anggota Komisi II Bidang Pertanian dan Perdagangan DPRD NTB Raihan Anwar kepada Global FM Lombok, Senin (28/1) mengatakan, pihaknya tak mempersoalkan rencana impor jagung tersebut karena saat ini petani di NTB sedang memasuki musim tanam. Bagi para petani, selama produksi jagung mampu terserap dengan maksimal dan harga sesuai, kebijakan impor tak merugikan.

“Mengenai pengaruhnya terhadap harga jagung petani, saya kira tidak terlalu berpengaruh, pemerintah sudah menetapkan HPP dari jagung itu, seperti halnya komoditi gabah atau beras, dan kedelai. Kalau misalnya sudah ditetapkan harganya melalui Kepres atau Perpres untuk kering giling HPPnya Rp 3.200 – 3.300, di petani pasti akan ditetapkan seperti itu,” kata Raihan, Senin (28/01)

Ia mengatakan, selama ini produksi jagung petani sudah terserap dengan baik saat musim panen tiba. Bahkan jagung yang dihasilkan oleh NTB terutama dari Kabupaten Dompu dan Bima diekspor keluar negeri karena kualitasnya yang bagus.

Berdasarkan data dari Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB, jumlah produksi jagung di daerah ini terus naik. Misalnya di tahun 2016, realisasi produksi jagung sebesar 1,2 juta ton. Selanjutnya di tahun 2017 naik menjadi 2,1 juta ton dan di tahun 2018 produksi jagung di NTB sekitar 2,05 juta ton dengan luas areal penanaman sekitar 306 ribu hektar.(ris)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

Kirim Komentar

Leave a Reply