Terdampak Gempa, Pengusaha Minta Keringanan Pembayaran Pajak

Salah satu hotel yang sempat rusak akibat gempa

Mataram (Global FM Lombok)- Gempa yang terjadi dalam kurun waktu satu bulan terakhir ini sangat berdampak terhadap pelaku usaha di Kota Mataram. Dampak yang paling signifikan adalah sepinya pengunjung di hotel maupun restoran, meski bulan ini merupakan waktu peak season. Saat ini rata-rata tingkat kunjungan hotel di bawah 20 persen dari yang semestinya mencapai 80 persen. Hal ini otomatis akan berdampak terhadap penurunan pendapatan.

Hal itu dikatakan perwakilan Asosiasi Hotel Mataram (AHM) Slamet Fahrurrozi, Rabu (5/9) usai pertemuan dengan Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh. Dia mengatakan, AHM meminta keringanan pembayaran pajak kepada pemerintah Kota Mataram. Pasalnya, di tengah kondisi hotel rusak dan tingkat kunjungan menurun, hotel tetap beroperasi dan menggaji karyawan. Di satu sisi, pengusaha juga harus membayar cicilan di bank dan memperbaiki hotel yang rusak akibat gempa.

“Kami kan memohon bantuan. Untuk sementara ini kondisi kami beda dari tahun lalu yang memang bagus ya sekitar 80 an sekarang di bawah 20 persen. Memang yang kami rasakan masih trauma. Kami minta bantuan dari walikota untuk memulihkan kondisi kami setelah gempa ini”,katanya.

Dia mengatakan, hotel dan restoran di Kota Mataram sejatinya sudah siap untuk melayani tamu. Akan tetapi, butuh perhatian dari pemerintah untuk segera memulihkan sektor pariwisata. Selain itu, AHM juga meminta dukungan pemerintah agar membentuk tim ahli untuk sertifikasi laik bangunan. Sertifikat itu dipandang perlu untuk melayakinkan pengunjung bahwa bangunan hotel di Mataram aman ditempati. Biaya untuk sertifikasi ini mencapai ratusan juta sehingga butuh bantuan pemerintah. (dha)-

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

Kirim Komentar

Leave a Reply