Antisipasi Malaria dan DBD, Dikes Lakukan Fogging di Tempat Pengungsian

Pengungsi di Kota Mataram

Mataram (Global FM Lombok)-  Untuk mengantisipasi menyebarnya penyakit malaria dan Demam Berdarah Dengue (DBD), Dinas Kesehatan Kota Mataram melakukan fogging atau pengasapan di titik-titik pengungsian. Terdapat sebanyak 104.398 pengungsi yang ada di Kota Mataram yang terkonsentrasi di 1.148 titik. Akan tetapi, sementara ini kegiatan fogging masih diprioritaskan di lokasi pengungsian permanen seperti di lingkungan Pengempel Indah, Tegal, Kamasan dan Gontoran.

Demikian dikatakan Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) Kota Mataram, Usman Hadi, Selasa (4/9). Dia mengatakan, kegiatan fogging juga akan dilakukan di tempat pengungsian sementara setelah fogging di tempat pengungsian permanen selesai. Sampai saat ini belum ada laporan soal pengungsi yang mengalami penyakit DBD maupun malaria. Namun, pengungsi ada yang sudah terserang sejumlah penyakit lainnya seperti penyakit Insfeksi Pernapasan Akut (Ispa), diare, cacar air, rasa tidak nyaman di perut dan juga stres.

“Sudah, pagi ini di Pengempel Indah, Gontoran, Tegal, sementara di empat lingkungan pengungsian. Ini hanya untuk pencegahan aja, tidak ada kasusnya.  Katanya di Lombok Utara ada sepuluh orang malaria, kita antisipasi yang penting nyaman tidak ada nyamuk. Yang kita utamakan pengungsi yang permanen. Kalau yang tentatif mungkin nanti dulu”,katanya.

Dia mengatakan, sampai bulan September 2018 ini belum ada kasus DBD maupun malaria di Kota Mataram. Sehingga anggaran penangannya bisa difokuskan untuk pencegahan penyakit tersebut di tempat-tempat pengungsian. Pihaknya tetap memprioritaskan pelayanan kesehatan kepada para pengungsi yang menetap karena rumahnya mengalami rusak parah. Adapun bagi pengungsi yang sifatnya hanya sementara diminta untuk datang sendiri ke puskesmas setempat jika ada keluhan penyakit. (dha)-

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

Kirim Komentar

Leave a Reply