Banyak Sekolah Yang Rusak, Pemerintah Pusat Kirimkan Tambahan Tenda Belajar ke Lombok

Salah satu gedung sekolah yang rusak di Lombok Utara

Gerung (Global FM Lombok)- Serangkaian gempa bumi yang terjadi pulau Lombok dan Sumbawa berdampak pada aktifitas belajar mengajar yang belum berjalan normal. Hal ini disebabkan karena banyaknya bangunan sekolah yang rusak parah dan bahkan roboh, sehingga tidak bisa ditempati.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, H. Muhadjir Effendi saat memberikan sambutan di lokasi pengungsian Desa Kekait Lombok Barat Selasa (21/8) pagi mengatakan, untuk memaksimalkan kegiatan belajar mengajar, pemerintah pusat sudah mengirimkan sekitar 80 tenda belajar. Puluhan tenda tersebut diberikan kepada sekolah-sekolah yang rusak parah.  Tenda-tenda tersebut akan dipasang di halaman sekolah. Namun, jika luas halaman tidak memungkinkan, maka tenda belajar akan dipasang di lokasi pengungsian.

 “Khusus untuk putra putrinya saya mohon tetaplah belajar meskipun sekolahnya belum dibangun lagi, karena itu Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan memasang tenda. Sekarang sudah ada 30 yang sudah terpasang, dan tadi malam sudah datang 50 unit tenda  dari Jakarta dan itu akan dipasang di setiap sekolah jika sekolah ada halamannya. Jika tidak ada halaman akan ditempatkan di dekat lokasi pengungsian,” kata Muhadjir Effendi, Selasa (21/08)

Selain pendistribusian tenda, pemerintah pusat juga akan mengirimkan guru psikologi untuk menghilangkan trauma serta pengiriman guru untuk membimbing kegiatan belajar mengajar. Guru-guru tersebut akan disebar ke beberapa lokasi di Pulau Lombok.

Muhadjir meminta kepada orang tua agar tetap membimbing anaknya dalam kondisi apapun. Bimbingan belajar oleh para orang tua ini sangat penting, karena bisa menumbuhkan semangat anak-anak. Data BNPB menunjukkan sekitar 60 bangunan sekolah di NTB mengalami rusak parah akibat gempa.(azm)-

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

Kirim Komentar

Leave a Reply