Sekolah Diminta Abaikan “Surat Sakti” Saat PPDB

PPDB ( dok/Suara NTB)

Mataram (Suara NTB) –Pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jenjang SMP dimulai pada 2 Juli ini, baik untuk jalur prestasi, dan prasejahtera. Pihak sekolah pun diingatkan agar melaksanakan proses PPDB sesuai juklak dan juknis yang telah dibuat.

Menyusul adanya “surat sakti” yang selalu jadi isu tiap tahun saat pelaksanaan PPDB, Agus Taufikurrahman dari Kejaksaan Negeri Mataram saat memberikan pemahaman hukum bagi anggota MKKS SMP Kota Mataram akhir pekan lalu mengingatkan agar pihak sekolah mengabaikan saja. “Kalau ada surat-surat sakti seperti itu diabaikan saja,” ingatnya.

Tak saja surat sakti, SMS sakti mengatasnamakan pihak-pihak tertentu juga diminta tak direspon dan tak ditanggapi. Bahkan kedatangan pihaknya di hadapan anggota MKKS ialah dalam rangka menguatkan agar anggota MKKS tabah dan kuat saat menghadapi adanya tekanan berupa surat sakti dan SMS sakti yang datang saat PPDB.

Dia menguatkan agar kepala sekolah tetap konsisten dalam menjalankan aturan yang berlaku. Tanpa terpengaruh sama sekali dengan adanya surat-surat sakti yang mungkin saja beredar nanti. “Aturannya sudah jelas, sesuai zona dan sebagainya,” kata Agus menjelaskan.

Aturan melalui juklak dan juknis PPDB merupakan harga mati yang harus diterapkan pihak sekolah. Karenanya, tidak perlu takut jika ada pihak tertentu yang mengirimkan surat sakti. (dys)

 

 

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

Kirim Komentar

Leave a Reply