Retail Modern Dinilai Gerus Pasar Rakyat

Pakar ekonomi kerakyatan Prof Sri Edi Swasono dalam kegiatan sosialisasi kajian tentang penyusunan dan pelaksanaan APBD yang berlangsung di graha bhakti praja kantor Gubernur NTB Selasa (13/5).

Pakar ekonomi kerakyatan Prof Sri Edi Swasono dalam seminar di graha bhakti praja kantor Gubernur NTB Selasa (13/5).

Mataram (Global FM Lombok)-Investasi retail atau mini market modern semakin menjamur di sejumlah kabupaten kota di provinsi NTB. Bahkan antar retail modern saling bersaing merebut pasar dengan mendirikan gerai yang saling berdekatan. Menjamurnya retail modern juga dinilai telah menggerus pasar rakyat, karena sektor usaha yang dijalankan adalah sector yang bisa dilakukan oleh masyarakat.

Hal itu disampaikan wakil ketua DPRD NTB Suryadi Jaya Purnama dalam kegiatan sosialisasi kajian tentang penyusunan dan pelaksanaan APBD yang berlangsung di graha bhakti praja kantor Gubernur NTB Selasa (13/5). Suryadi mengkritik pemerintah kabupaten kota yang membiarkan retail modern terus berkembang sehingga berdampak buruk bagi UMKM.

“ Dalam hitung hitungan kita, investasi ini bagus, namun sesungguhnya merebut investasi yang masyarakat bisa kerjakan. Ini tidak ada afirmatif sama sekali dari pemerintah kabupaten kota terutama. Karena kalau kita ukur ekonomi masyarakat, jumlah orang belanja ya segitu saja” kata Suryadi.

Pernyataan Suryadi mendapat respon dari pakar ekonomi kerakyatan yang merupakan guru besar Universitas Indonesia Prof Sri Edi Swasono selaku pembicara dalam seminar itu. Menurut Edi Swasono, masyarakat tidak perlu anti dengan mall atau retail modern, asalkan pemerintah menjamin usaha rakyat bisa masuk di dalam mall tersebut. Pemerintah daerah harus mewajibkan reail modern merekrut tenaga kerja lokal sebanyak-banyaknya untuk mengurangi pengangguran.

“ Tidak perlu anti mall, tapi masuk ke mall. Artinya kalau ada pembangunan harus ada keterbawasertaan, jangan ada yang terpinggirkan. “ katanya(ris)-

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

Kirim Komentar

Leave a Reply