Skip to Content

Sekolah Bisa Terapkan Pakem

Mataram (Global FM Lombok) –
 
Seluruh sekolah di kabupaten/kota se – NTB bisa menerapkan system Pembelajaran Aktif Kreatif Efektif dan Menyenangkan (Pakem). Sebab, dari beberapa sekolah di Lombok Timur (Lotim), Lombok Tengah (Loteng) dan Lombok Barat (Lobar) yang menjadi binaan Unicef dalam program Management Berbasis Sekolah (MBS) dinilai telah berhasil menerapkan system Pakem. Dalam Pakem itu, pengawas, kepala sekolah (Kepsek) dan guru diberikan pembinaan secara intensif.

 
” Hal itu dalam upaya memberikan suasa pendidikan yang menyenangkan bagi para siswa. Selain itu, para siswa tidak lagi hanya menerima pelajaran, tetapi siswa dapat aktif terlibat dalam proses belajar mengajar. ” kata Ketua Tim Pengembang MBS NTB, Drs. I Dewa Bagus Guttrana, kepada Reporter Global FM Lombok, di ruang kerjanya, Kamis (25/2).
 
Dewa mengatakan, dalam Pakem guru memiliki keahlian dan seni mengajar yang berbeda dengan para guru lainnya di sekolah non MBS. Dimana, guru tidak membuka dan menutup proses belajar mengajar, tanpa melibatkan siswa itu sendiri. Tapi, guru bisa mengajak para siswa untuk aktif di segala hal, baik berbicara, bercerita, menyimpulkan, berdiskusi dan sebagainya atas materi pelajaran yang diajarkan kepada para siswa, sehingga siswa tidak hanya diam menerima penjelasan guru.
 
Selain aktif lanjut Dewa, Pakem juga membuat proses pembelajaran lebih kreatif dan efektif, yakni guru dan siswa dapat membuat sendiri alat bantu pembelajaran yang didapat dari lingkungan sekitar sekolah. Sebut saja alat – alat Fisika, seperti Microscope yang bisa digantikan dengan membuat alat dari balon bekas yang diisi air untuk bisa melihat benda dan binatang kecil.
 
” Dengan metode itu, siswa diajarkan bisa kreatif membuat alat bantu pembelajaran dengan barang – barang yang ada di sekitarnya. Selain itu, para guru tidak perlu membeli alat pembelajaran yang mahal, sehingga lebih effektif dan efesien. ”
 
Kemampuan guru seperti itu imbuh Dewa, hendaknya terus ditingkatkan melalui Kelompok Kerja Guru (KKG). Terlebih, tidak semua guru yang bisa mengoperasikan alat – alat pembelajaran Fisika yang dibeli, apalagi mengajarkan kepada siswanya. Pakem juga papar Dewa dapat menyenangkan para siswa, karena guru dapat memberikan pelajaran di luar kelas.
 
” Pembelajaran yang terus menerus di dalam ruang kelas akan membuat siswa bosan dan tidak konsentrasi belajar. Metode dan materi pembelajaran di luar kelas juga harus dikuasi para guru, sehingga pembelajaran dapat berjalan lancar dan menyenangkan bagi siswa, yakni belajar dan bermain. ”  tambahnya. (ozi)

ShareThis