Raskin Akan Dibagikan 1 Februari
Mataram (Global FM Lombok) –
Kepala Bulog Divre NTB, Rito Angky Pratomo, memperkirakan beras miskin (Raskin) akan bisa dibayarkan dan dibagikan pada tanggal 1 februari 2010 ini. Terjadi penurunan jatah yang akan diterima masyarakat, yakni dari 15 kilogram menjadi masing – masing 13 kilogram per Rumah Tangga Sasaran (RTS). Harga raskin masih seperti 3 tahun terakhir, sebesar Rp 1.600 per kilogram. Penurunan jatah raskin itu, disebabkan terbatasnya anggaran yang dimiliki pemerintah.
” Jatah raskin di NTB sebanyak 7.271 ton atau setara dengan 2 gudang di Bulog Divre NTB. Adanya raskin ini akan bisa menurukan harga beras yang saat ini masih dianggap mahal masyarakat menengah ke bawah. ” ungkap Rito Angky Pratomo, kepada Reporter Global FM Lombok, di ruang VIP A Bandara Selaparang Mataram, Sabtu (30/1).
Angky menyebutkan, saat ini harga beras sudah mengalami penurunan hingga Rp 132 per kilogram yang semula Rp 53 per kilogram. Penurunan itu dinilai sudah cukup bagus dan akan terus ditekan. Dimana, saat operasi pasar (OP) digelar harga beras yang dijual Rp 6.617 per kilogram dan ditargetkan penurunan harga beras mencapai Rp 5.500 per kilogram.
” Saat OP di pasar, beras juga dititip di sejumlah kios dengan harga beras maximal Rp 5.800 per kilogram. Artinya, masyarakat pembeli jangan mau membeli beras dengan harga diatas itu dengan kualitas beras medium. ” imbuhnya.
Saat ditanya mengenai jatah beras NTB di Bulog, Angky mengutarakan, jumlah stok beras mencapai 34 ribu ton yang bisa mencukupi kebutuhan masyarakat hingga bulan mei mendatang. Diperkirakan bulan maret mendatang juga akan ada pengadaan beras kembali yang seharusnya pengadaan beras sudah dilakukan sejak januari ini.
Hal itu disebabkan adanya perubahan musim yang mengakibatkan mundurnya produksi atau panen padi petani. Diluar stok yang ada, terdapat 15 ton beras milik Badan Ketahanan Pangan (BKP) disimpan di Bulog yang disediakan sebagai cadangan apabila terjadi busung lapar, bencana alam dan sebagainya.
" Selain itu, ada juga cadangan beras milik Kehakiman dan HAM untuk cadangan makanan bagi para napi. Ada juga stok beras untuk TNI, Dinas Sosial Kependudukan dan Catatan Sipil (Disosdukcapil) dan sebagainya." tambahnya. (ozi)
ShareThis- Login to post comments