Polisi Kembali Tangkap 2 Orang Pencuri Mutiara
Mataram (Global FM Lombok)-
Dari hasil pengembangan yang dilakukan tim Reserse Kriminal Polres Mataram bekerjasama dengan Polsek Mataram, akhirnya kembali mengungkap peristiwa pencurian mutiara. Kali ini polisi berhasil meringkus dua orang pelaku aksi pencurian mutiara yang terjadi ditoko Emil Mutiara, Pagutan Karang Genteng, Mataram pada tanggal 25 Agustus 2009 lalu.
” Petugas berhasil meringkus para tersangka saat berada dikediaman salah seorang tersangka, kamis (25/2) sore, sekitar pukul 15.00 wita. ” ungkap Kapolres Mataram, melalui Kasat Reskrim, AKP Andie Dady Nurcahyo, Sik, ketika dikonfirmasi Global FM Lombok, diruang kerjanya, Jum’at (26/2).
Andie mengatakan, pihaknya kembali berhasil menangkap dua orang pelaku pencuri mutiara ditoko mutiara milik H.Suhaimi (32), warga Pagutan Karang Genteng, Mataram. Kedua orang pelaku masing-masing Hatib (20), dan Andi, masing-masing warga setempat. Dari hasil pemeriksaan para pelaku mengaku membobol toko milik korban bersama 5 orang rekannya. Namun, dikatakan Andie, tiga orang telah diamankan pihaknya, sementara dua orang tersangka lainnya, masing-masing berinisal RH dan DY, masih dalam pengejaran aparat Kepolisian.
Andie menambahkan, barang bukti yang berhasil diambil oleh para tersangka yakni, 3 buah liontin mutiara masing-masing dengan berat emasnya 1,5 gram, 2 cincin mata mutiara dengan berat emasnya masing-masing 2 gram, serta 24 biji mutiara air laut dengan perincian 12 mutiara warna hitam, dan 12 jenis mutiara Gold. Total kerugian yang diderita korban menurut Andie, ditaksir mencapai Rp 11 juta.
Modus operandinya dijelaskan Andie, para pelaku membobol toko mutiara milik korban sekitar pukul 2 dini hari dengan terlebih dahulu masuk melalui pintu belakang dengan mencongkel gembok pintu terali belakang. Setelah berhasil masuk para pelaku langsung menggondol sejumlah perhiasan mutiara bernilai jutaan rupiah dari dalam toko. Dari hasil penyelidikan dijelaskan Andie, para pelaku diduga menjual barang bukti tersebut kewilayah Sekarbela, Mataram. Namun, tambahnya akan diselidiki terlebih dahulu kepada siapa perhiasan tersebut telah dijual oleh pelaku diwilayah Sekarbela Mataram. (Lan)
- Login to post comments