Skip to Content

Indonesia Tidak Import Beras Selama 2 Tahun

Mataram (Global FM Lombok) –
 
Indonesia selama 2 tahun terakhir tidak pernah mengimport beras. Stok Gabah Kering Giling (GKG) nasional tahun 2009 mencapai 63 juta ton dan tahun 2010 menjadi 66 juta ton atau meningkat 32 persen per tahun. Tren peningkatan produksi juga terlihat, yakni dari 5,1 ton per hektar menjadi 8 – 9 ton per hektar. Saat ini juga sedang disusun adanya Peraturan Pemerintah (PP) terkait usaha budidaya tanaman, khususnya pengelolaan tanaman secara luas.
 
” PP itu menyusul telah diundangkannya UU No 41 tahun 2009 tentang perlindungan lahan pertanian, sehingga persawahan tidak beralih fungsi menjadi bangunan dan gedung – gedung bertingkat. ” kata Menteri Pertanian (Mentan), Ir. H. Suswono, MMA, kepada wartawan saat menggelar press conference di ruang VIP A Bandara Selaparang Mataram, Sabtu (30/1).
 
Suswono mengungkapkan, pihaknya telah melaunching peta ketahanan pangan dan kerentanan pangan nasional tahun 2009. Peta itu akan membantu pemerintah mempercepat dan mempertajam focus penanganan daerah – daerah rawan pangan di Indonesia. Kedepan, penyusuanan peta seperti itu dapat dilakukan ditingkat kecamatan hingga desa, sehingga perencanaan pemantapan ketahanan pangan dapat diwujudkan.
 
Peta itu juga lanjut Suswono, akan dijadikan dasar penganggaran dan pemberian dana kepada setiap daerah, khususnya yang masuk 100 kabupaten rawan pangan nasional. Kerawanan pangan di Indonesia berdasar hasil pemantauan lebih dominant disebabkan terbatasnya infrastruktur jalan. Dalam hal ini, setiap gubernur, bupati dan wali kota se – NTB diminta membangun infrastruktur jalan di daerah yang belum terjangkau, sehingga perekonomian di daerah itu bisa ditingkatkan dan kerawanan pangan tidak terjadi.
 
Indonesia tutur Suswono, dinilai berhasil dalam mengatasi kerawanan pangan di tingkat dunia. Terbukti, Indonesia sering menjadi narasumber dalam mempresentasikan program – program ketahanan pangannya di pertemuan tingkat internasional, seperti pertemuan Negara – Negara islam dunia (OKI) dan sebagainya.
 
Selain itu, Indonesia juga sudah mengirim beberapa orang penyuluhnya ke beberapa Negara di dunia, khususnya Negara Afrika. Tapi, ada kendala yang masih dihadapi Indonesia, yakni adanya perubahan iklim yang menyebabkan perubahan musim. Hal itu mengakbiatkan beberapa kawasan pertanian kukurangan air. (ozi)

ShareThis